Halaman

Senin, 27 Februari 2012

Menghindari Koneksi Modem Sering Idle / Dormant

Berawal dari para pengguna modem dial up (all brand) yang sering kali mengeluh akan koneksi internet tiba-tiba mengalami Idle / Dormant atau dengan simbol Zz sehingga tidak bisa koneksi ke internet lagi dan harus mengulangi / restart modem koneksi lagi. Yang menjengkelkan apabila terjadi berulang-ulang tentunya harus me-Restart modem berulang kali juga.

Sebetulnya kondisi koneksi Idle / Dormant disebabkan karena modem dalam kondisi tidak dalam proses kerja  (upload/download) dalam waktu minimum tertentu. Berfungsi seperti halnya PC / Laptop OS dalam kondisi Sleep, penghematan energi dan koneksi, namun tidak diimbangi dengan saat kita hendak memakai lagi atau membutuhkan koneksi lagi, bukannya langsung tersambung malah Browser mengalami error meskipun Modem dalam kondisi 'Connected'


Solusinya yang bisa kita lakukan untuk menghindari hal tersebut adalah dengan selalu mereload / Auto reload dari koneksi sehingga modem tetap bekerja semestinya, Saya sudah pernah mencoba software pihak ketiga (Stay Live Pro) namun tetap tidak bisa menyelesaikan permasalah tersebut. Hingga mencari-cari Add-On Mozilla auto reload namun mungkin keterbatasan saya masih belum seberapa mengerti setting pemakaiannya ( mungkin ada teman-teman yang bisa ' tolong di SHARE ya ' ) sehingga masalah Idle / Dormant masih tetap terjadi. 

Akhirnya saya berpikir lebih mencari site yang sudah ada fungsi auto reload semisal streaming data, seperti http://mivo.tv tapi dikarenakan membutuhkan speed koneksi cukup tinggi tidak rekomend untuk dipakai asal memiliki speed koneksi yang mumpuni, Dapat satu site yaitu http://tunein.com situs Online Radio dengan tidak terlalu memberatkan koneksi modem,
Simple khan !! Jadi permasalahan modem koneksi Idle / Dormant teratasi bisa sembari dengerin Station Radio favorit kita lagi ^^ Smoga Bermanfaat, jika ada Comment please Fill the Comment, Thank's

Minggu, 26 Februari 2012

Memanfaatkan Sound Card PC untuk Oscilloscope

Sering kali oscilloscope terdapat di lab. elektronika baik sekolah, perguruan tinggi, instansi-instansi maupun perorangan yang bergerak di bidang elektronika. Oscilloscope digunakan sebagai alat untuk melihat gelombang/sinyal pada suatu rangkaian elektronika yang kemudian hasil tampilan gelombang/sinyal digunakan sebagai data untuk menganalisa sesuatu. Terdapat begitu banyak oscilloscope yang telah beredar, ada yang berukuran besar seperti pada lab-lab perguruan tinggi, kecil yang bisa dibawa kemana-mana serta bermacam-macam merk. Ternyata sound card dari PC kita dapat digunakan sebagai oscilloscope. Melalui sebuah program kita dapat menggunakan sound card PC kita sebagai oscilloscope dengan spesifikasi tertentu. Berikut penjelasan manual Software:

Manual for the sound card oscilloscope V1.24
C. Zeitnitz

This Software and all previous versions are NO Freeware!
The use of the software and of the documentation is granted free of charge for private and non-
commercial use in educational institutions.
Any commercial application, distribution and sale is prohibited.
For commercial usage contact the author!
All right reserved.

© C. Zeitnitz 2005-2008

Web-page: www.zeitnitz.de/Christian/Scope/Scope_en.html

sound card oscilloscope V1.24
Sound Card Oscilloscope merupakan Oscilloscope digital dengan sinyal generator terintegrasi, Frekuensi Analisis (FFT) dan wave file recorder.

1. Kebutuhan
• Windows 2000 , XP or Vista
• PC yang telah terinstall Sound Card
• Ruang Hard disk 50MB

2. Instalasi

Ekstrak ZIP file ke suatu directori dan jalankan setup.exe. Program dapat dimulai setelah muncul program menu dari OS windows.

3. Deskripsi / Penjelasan

Software ini dapat digunakan untuk menampilkan dan menganalisis gelombang suara. Data dapat direcord secara langsung dari sound card (dengan/melalui microphone atau LINE input), atau dari suatu sumber seperti CD atau Media player. Input ke oscilloscope digambarkan oleh Windows sound mixer (lihat di bawah). Software memperoleh data input untuk sound card via Windows interface. Hal itu tidak terkomunikasikan secara langsung dengan sound card. Oleh karena itu masalah sound card harus ditroubleshoot pada level sistem operasi.

User interface diatur seperti sebuah oscilloscope konvensional. Bagaimanapun, di program window, penambahan XY display, frekuensi analisis, dan beberapa setting telah disediakan.

3.1 Oscilloscope

Software menampilkan sebelah kiri dan kanan channel dari sound card di window oscilloscope. Channel sebelah kiri diwakili dengan garis warna hijau dan channel sebelah kanan dengan garis warna merah. Pada window user interface terdapat window knob-konb dan input untuk 3 fungsi berikut: Amplitudo, Time, dan trigger.

Gambar 1: Soundcard oscilloscope

3.1.1 Setting Amplitudo
Skala amplitudo dari 2 channel dapat diset independen secara sinkron. Setting tersebut aktif/enable saat program start-up dan dapat dinon-aktifkan dengan menghilangkan tanda centang pada “Sync CH 1&2” di front panel. Dalam kondisi channel control independen, aktif channel harus terpilih oleh tombol “Select CH” (lihat gambar 2).

Gambar 2: Setting Amplitudo dan Channel Offsets

Nilai Amplitudo diberikan dalam unit per divisi dari layar oscilloscope dan ditampilkan juga untuk kedua channel pada layar ini. Nilai Amplitudo sesuai dengan level sound digital dibagi oleh 32768. Ini menunjukkan 16 Bit resolusi dari data yang diambil dari sound card. Dalam kaitan dengan setting volume yang berbeda di Windows, sound level absolute tidak dapat ditentukan secara langsung! Oleh karena itu, nilai yang ditunjukkan dapat diartikan dalam arbitrary units. Setting Amplitudo keduanya menunjuk pada window oscilloscope dan gafik XY. Offset dapat diatur tiap-tiap channel secara individual via window input yg disesuaikan, dengan demikian dua trace dapat dipisahkan satu dengan yang lain.

3.1.2 Timebase
Time Setting mengacu seluruh range yang mewakili dan tidak mengacu pada nilai per unit sama dengan normal oscilloscope! Range mulai dari 1ms sampai 10.000ms. Pelebaran Range dan penyempitan range digunakan untuk scanning rate. Ini tidak dapat dihindari karena luasnya pemakaian komputer. Dalam setting trigger “single” scanning rate mengalami kenaikan lagi, sejak pemanfaatan computer kurang begitu penting.

3.1.3 Trigger
Mode-mode Trigger setting yaitu “off”, “normal”, “single”. Mode tersebut sesuai dengan mode-mode standard dari oscilloscope. Trigger Threshold dapat diatur juga di input window dari trigger selection, atau dengan menggeser tanda silang kuning di window oscilloscope menggunakan mouse. Trigger Time hanya dapat diatur dengan menggeser tanda silang dengan mouse.
Dalam mode single SHOT dari trigger, RUN/STOP switch tidak aktif secara otomatis dan harus di tekan lagi untuk menjalankan pengambilan data baru.
Tombol program trigger “Auto Set” untuk memperkirakan optimal time base dan trigger level. Frekuensi utama terdapat di trigger channel digunakan untuk memperoleh time base. Nilai Threshold diambil dari sinyal amplitudo. Jika amplitudo terlalu kecil, maka tombol tersebut tidak berpengaruh. Di bawah frekuensi 20Hz hasilya tidak dapat dipastikan dikaitkan dengan batas time window yang digunakan untuk analisis.

3.1.4 Mode Channel
Dalam kondisi default, dua channel ditampilkan di dalam oscilloscope window. Dengan tombol pilihan mode pada bagian bawah dari program window, penjumlahan, perbedaan atau hasil dari channel dapat dipilih.

3.1.5 Analisis Data
Pada user interface terdapat tombol run/stop yang dapat digunakan meng-interrupt saat pengambilan data untuk memberikan waktu guna menganalisa konten yang ada pada window saat itu. Amplitudo atau Waktu/Frekuensi dapat diukur dengan bantuan kursor dalam oscilloscope window. Kursor yang bersesuaian dapat diaktifkan hingga selector box dibawah window dan dapat digeser dengan mouse.
Dalam mode Amplitudo, nilai untuk dua kursor dari amplitudo yang berbeda ditampilkan.

Gambar 3: Analisis Ampiltudo dengan kursor. Nilai yang ditampilkan sesuai dengan Channel 1.

Untuk Mode Time/waktu, perbedaan waktu dan frekuensi yang sesuai ditampilkan secara langsung. Data dapat juga diuji lebih detail dengan menggunakan zoom. Detail disekitar posisi tegak lurus garis trigger dapat ditingkatkan. Range dapat diubah dengan menggeser garis trigger.

3.2 X-Y Graph
Berikut dua channel ditampilkan berlawanan satu dengan yang lain. Dengan demikian Gambar Lissajous dapat dihasilkan. Untuk frekuensi berikut dapat diatur pada sinyal generator.


Gambar 4: Gambar Lissajous untuk f1=440Hz, f2= 880Hz dan sebuah Phase dari 45°

Slider diatas grafik dapat mengubah kepresisian waktu dari data yang ditampilkan. Untuk peningkatan setting lama waktu, time window ditampilkan pada layer. Perubahan sinyal yang cepat seharusnya lebiha baik ditampilkan dengan presisi singkat.
Kontrol sepanjang sumbu x dan y memberikan penskalaan dari channel yang sesuai. Range yang mewakili dipilih dengan mengatur knob amplitudo pada program window.

3.3 Analisis Frekuensi
Dalam window “ analisis frekuensi” , pada display ditampilkan hasil dari analisis Forier dari channel yang dipilih. Channel dapat dipilih dari tombol pilihan di atas layar grid(bergaris kotak-kotak). Pada kondisi default, Grafik yang ditampilkan adalah amplitudo antara 0 – 10.000Hz. Amplitudo seperti halnya frekuensi dapat ditampilkan dengan sebuah skala logaritma.
Skala vertikal dapat secara otomatis diatur dengan memilih check-box Auto-scale diatas grafik. Pengaturan secara manual dapat dilakukan dengan mengklik dua kali nilai maksimal atau minimum dari sumbu dan memasukkan nilai baru. Hal tersebut dapat dilakukan hanya jika auto-scale dalam kondisi disable.
Di bawah grafik terdapat sebuah roll bar dan kontrol sliding zoom; kontrol tersebut memberikan batas range yang ditandai untuk diubah. Hal ini hanya jika pengambilan data telah dihentikan oleh tombol run/stop. Zoom shot slider menunjukkan detail dari analisis frekuensi: gunakan mouse untuk men-set garis kuning tegak lurus ke frekuensi yang diinginkan dan atur zoom shot slider ke atas untuk detail yang diinginkan.


Gambar 5: Analisis frekuensi dari sinyal 440Hz

Dua nilai Output dibawah slider menunjukan frekuensi pada posisi kursor dan nilai frekuensi terkuat yang ditemukan dari analisis harmonis data. Sebagai catatan analisis Forier selalu bergantung atas data dengan sampling rate penuh yaitu 44.1kHz. Oleh karena itu, kontroller waktu otomatis melompat ke nilai sebelumnya ketika window dalam keadaan aktif.
Pilihan “peak hold” membolehkan untuk menyimpan nilai amplitudo maksimal dari analisis Forier. Hal ini membolehkan untuk menampilkan transfer fungsi ketika memakai white noise generator.


Gambar 6: Pemanfaatan transfer fungsi “Peak Hold “ dengan white noise generator.

Di bawah analisis frekuensi, sebuah Pengaturan frekuensi- selective filter (dengan Besselfilter 10th) juga disediakan. Tiga macam filter dapat dipilih: Low-pass, High-pass dan band-pass filter. Frekuensi kritikal dapat diatur dengan mengikuti sliding kontrol.
Di atas frequency-selective filter terdapat tombol untuk membuka kontrol filter dalam window yang terpisah. Fungsi ini membolehkan satu untuk menerima efek dari filter secara langsung dalam oscilloscope window. Klik 2 kali pada tombol atau menutup window akan mengembalikan setting original.

 Link Download :
Soundcard Oscilloscope Software (Scope v1.40. exe)
Manual Soundcard Oscilloscope Software (scope v1.40).pdf

Link : Original sites http://www.zeitnitz.de/Christian/scope_en